Cerita lampor

Lampor

Ada sebuah urban legend yang terkenal di desaku pada waktu itu. Sebuah desa yang masuk di wilayah Kabupaten Semarang ini memang memiliki urban legend yang menurutku cukup menyeramkan.

Tahun 2004, aku dan keluargaku pindah di desa ini. Desa ini menyuguhkan panorama Gunung Merbabu yang bisa aku lihat tepat di depan rumahku saat ini.

Pada waktu itu, keadaan di desa ini sedikit menyeramkan. Menurut penuturan penduduk asli desa ini, jika ada kabut yang datang setelah atau sebelum hujan, maka akan ada sosok makhluk halus yang disebut Lampor. Jujur saja, aku tak terlalu paham dengan apa itu Lampor.

Konon, Lampor adalah sosok makhluk halus yang muncul di antara kabut, baik setelah atau sebelum hujan. Wujudnya seperti bayangan hitam atau seperti orang yang memakai jubah hitam. Terbang di angkasa secara cepat.

Dikisahkan, Lampor sering memangsa anak kecil. Lampor akan menyembunyikan mereka sebagai korban. Mereka yang diculik oleh Lampor sangat sukar untuk ditemukan. Terkadang ada yang mampu kembali lagi, namun terkadang juga kebalikannya.

Aku yang masih kecil pada saat itu memang belum terlalu paham. Namun, aku diberi nasihat agar tetap berada di dalam rumah ketika cuaca mendung datang apalagi sampai berkabut. Tutup semua pintu dan jendela.

***

Suatu sore yang mendung, aku masih berada di luar rumah. Mendung kian pekat hingga tanpa ku sadari kabut mulai melekat juga. Aku masih asyik bermain di luar rumah kala itu.
Tanpa sengaja, aku melihat sosok bayangan hitam yang berterbangan di angkasa. Sungguh, aku benar-benar tidak menaruh curiga sama sekali. Sampai akhirnya aku tersadar dengan salah satu ucapan tetanggaku bahwa ciri-ciri itu adalah Lampor.
Sontak, aku langsung meninggalkan permainanku. Aku segera masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu serta jendela.
Aku takut. Aku di rumah sendiri kala itu. Aku langsung menuju kamarku dan menarik selimut untuk meredam ketakutanku hingga aku tertidur.

Orang tuaku sudah pulang ke rumah, namun aku tak menceritakan kejadian ini.

“Untung saja, aku selamat.” Batinku.

Sejak kejadian itu, aku memang sedikit takut dengan suasana berkabut.

Source: https://goo.gl/1KCroh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s