Si Cantik

Hallo aku kembali ^_^ khusus cerita : my house akan dilanjutkan nanti oleh Yuuki karna saya sudah bilang ke dia, oke langsung saja disimak cerita berikut

Title : Intuisi
Created by : velia

Mungkin ini hari yang cerah untuk mengawali hari ku di kampus. Ku lihat dari kejauhan, ah si cantik rupanya sedang mengobrol bersama beberapa temannya. Kalau ku hampiri, sudah pasti dia akan sinis kepadaku. Tapi baguslah, aku tidak ingin dia tersenyum sedikit pun kepadaku.
Dari sisi berbeda, sahabatku yang sangat gemar bermain dengan boneka barbie menepuk pundakku. Aku tidak bisa mengatakannya aneh, di usianya yang sudah bukan anak-anak lagi dia sangat gemar bermain boneka barbie. Kata dia

“aku menyukai barbie karna wajahnya yang memang cantik, sepertiku”

Ya walaupun barbie itu di utak-atiknya seperti seorang psikopat, haha biarlah itu kegemarannya.

Minggu demi minggu ku lewati, sesuatu yang membuatku merasa ingin terbang terjadi. Serius? Si cantik itu tersenyum kepadaku! Ya benar, kepadaku. Tapi, aku takut, takut terjadi apa-apa padanya. Jangan! Jangan tersenyum padaku. Aku senang, rasanya ada pelangi di atas kepalaku, tapi jika bisa terus terang, jangan tersenyum padaku, jangan!

Akupun berlari sekencang mungkin meninggalkannya, berusaha agar tak ada yang melihatnya.

Semua itu berlalu, berlalu begitu saja di kepalaku. Ku harap tidak terjadi apa-apa.

Hari demi hari pun berlalu. Kali ini aku benar-benar takut. Selama beberapa minggu ini, si cantik terus saja tersenyum padaku. Sepertinya dia ingin berkenalan denganku, tapi tentu saja aku harus menghindarinya. Kaki ku bergetar semakin kuat saat mengingat senyum itu. Entah apa yang harus aku lakukan. Aku ingin mengatakanya, tapi rasa gugup dan takut ini selalu menyatu, ku harap besok aku bisa mengatakannya.

Keesokan harinya, seperti biasa aku menengok dari kejauhan untuk melihat si cantik. Tapi ada yang berbeda hari ini, dia tidak datang. Apakah dia sakit? Ku rasa bukan. Aku mendekati kursi yang biasa di dudukinya. Aku melihat selembar kertas yang tertulis pesan
“Aku menyukaimu, aku juga suka melihat wajah si cantik ini. Tapi aku tidak suka si cantik melihatmu!”
Oh tidak! Hal yang tidak ku harapkan sepertinya terjadi. Apa yang harus aku lakukan? Pikiranku serasa kosong. Oh ya! Aku harus kerumah sahabatku.

Benar saja, sahabatku sedang mengutak-ngatik barbie, kali ini bukan barbie yang biasa di mainkannya. Oh tidak si cantik!

“Sudah aku katakan aku menyukai barbie karna dia cantik, apa lagi barbie yang satu ini juga sepertinya menyukaimu” kata sahabatku

Tidak, aku terlambat. Maafkan aku, maaf.
Seketika hanya gelap yang aku lihat. Maaf.

Source: https://goo.gl/Ru1CPD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s